Ini ada beberapa materi mata kuliah semester 5 program studi Kesehatan Masyarakat konsentrasi Manajemen Rumah Sakit (MRS) yang teman-teman bisa download di link di bawah ini. Semoga bermanfaat.
Kamis, 05 September 2013
Sabtu, 09 Juni 2012
Rabu, 15 Februari 2012
Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu daerah per satuan luas. Dalam demografis, dikenal dengan kepadatan penduduk fisiologis dan kepadatan penduduk agaris:
a. Kepadatan penduduk fisiologis adalah perbandingan antara jumlah penduduk total dengan luas lahan pertanian
b. Kepadatan penduduk agraris adalah perbandingan jumlah penduduk petani dan luas lahan pertanian.
Faktor-faktor yang menyebabkan kepadatan penduduk :
a. Faktor iklim dan topografi, iklim yang nyaman topografi yang relative landai menyebabkan penduduk terkonsentrasi dan menjadi padat.
b. Faktor ekonomi, yang termasuk faktor ekonomi adalah tersedianya sumber daya alam, tersedianya lapangan kerja.
c. Faktor sosial budaya, yang termasuk factor sosial budaya adalah kesempatan untuk meneruskan pendidikan, keterbukaan masyarakat. Selain itu daerah yang relative aman akan selalu jadi pemukiman yang padat.
Upaya mengurangi kepadatan penduduk
Program-program tersebut adalah :
a. Transmigrasi atau program memindahkan penduduk dari tempat yng padat ke tempat yang lain yang jarang penduduknya baik dilakukan atas bantuan pemerintah maupun keinginan diri sendiri.
b. Pemerataan lapangan kerja dengan mengembangkan industri, perikanan, pertanian, dan pertambangan di wilayah lain.
c. Mengendalikan jumlah kelahiran penduduk setempat melalui program KB dan penundaan usia kawin.
Kepadatan penduduk di Indonesia
Kependudukan di Indonesia memiliki ciri-ciri:
a. Jumlah penduduk yang semakin meningkat.
b. Sebagian penduduk berusia muda.
c. Tidak tersebar merata disetiap pulau.
d. Sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di bidang pertanian.
Fertilitas
Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata lain fertilitas menyagkut banyaknya bayi yang lahir hidup (Tri Mulyo, 2010:37).
Fertilitas di Indonesia
Fertilitas ternyata memiliki faktor penentu tersendiri yang sangat berpengaruh. Beberapa faktor penentu tersebut antara lain :
a) Tempat tinggal
b) Tingkat pendidikan
c) Umur Perkawinan
d) Pengalaman Bekerja
Faktor yang mempengaruhi fertilitas
Negara maju memiliki angka fertilitas yang lebih rndah bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor penyebab, antara lain:
a) Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan seks
1) Meliputi dimulai dan diskhirinya hubungan seks dalam usia reproduksi
a. Usia memulai hubungan seks.
b. Selibat permanen, yaitu proporsi wanita yang tidak pernah mengadakan hubungan seks
c. Perpisahan pada usia reproduksi
1.Bila ikatan putus karena perceraian, perpisaha atau ditinggal pergi.
2.Bila ikatan putus karena suami meningal dunia.
2) Meliputi kemungkinan hubungan seks selama dalam ikatan seksual.
a. Abstinensi dengan sengaja.
b. Abtinensi karena terpaksa.
c. Frekuensi hubungan seks.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kemungkinan konsepsi.
1) Kesuburan dan kemandulan biologis yang disengaja.
2) Di gunakan atau tidak digunakanya kotrasepsi.
3) Kesuburan dan kemandulan yang disengaja.
Faktor yang mempengaruhi gestasi dan kelahiran dengan selamat
1) Mortalitas janin yang tidak disengaja
2) Mortalitas janin yang disengaja.
Transpalntasi
Transplantasi adalah pemindahan organ manusia yang masih hidup atau setelah mati kepada manusia lain yang mengalami kerusakan pada organnya dengan tujuan memperoleh penyembuhan dari suatu penyakit. Transplantasi adalah terapi pengganti (alternatif) yang merupakan upaya terbaik untuk menolong pasien yang mengalami kegagalan pada organ atau jaringannya.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Kesehatan Kerja adalah spesialisasi dalam Ilmu Kesehatan/Kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik fisik, atau mental, maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakit-penyakit/gangguan-gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum.(Dr.Suma’mur P.K.,M.Sc. : 1 )
Pneumoconioses di Tempat Kerja
Produktivitas kerja karyawan merupakan faktor
utama bagi suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan.
Ada beberapa faktor yang berpengaruh pada peningkatan produktivitas kerja
karyawan, antara lain: keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan
kerja. Dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta
lingkungan kerja diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan
dalam melaksanakan pekerjaannya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah
bagaimana pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan kerja
terhadap produktivitas kerja karyawan. Hasil analisis menunjukkan bahwa
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan kerja secara serempak
mempunyai pengaruh yang signifikan sebesar.
Diabetes Militus Tipe-2
Lemak atau lipid adalah suatu zat
yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses
metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber
yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam
sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Tapi taukah anda lemak beresiko
menyebabkan penyakit yang berbahaya?
Lemak yang dapat menimbulkan penyakit adalah
kolesterol. Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat.
Kolesterol merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan
komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk
pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang
sehat), hormon seks (contohnya
Estrogen & Testosteron) dan asam
empedu (untuk fungsi pencernaan ).
Kolesterol tubuh berasal dari hasil
pembentukan di dalam tubuh (sekitar 500 mg/hari) dan dari makanan yang dimakan.
Pembentukan kolesterol di dalam tubuh terutama terjadi di hati (50% total
sintesis) dan sisanya di usus, kulit, dan semua jaringan yang mempunyai sel-sel
berinti. Jenis-jenis makanan yang banyak mengandung kolesterol antara lain
daging (sapi maupun unggas), ikan dan produk susu. Makanan yang berasal dari
daging hewan biasanya banyak mengandung kolesterol, tetapi makanan yang berasal
dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol.
Namun kolesterol yang berlebihan/hiperkolesterolemia
menyebabkan penyakit yang berbahaya, salah satunya adalah Diabetes Melitus Tipe
2/DM2. Penyakit ini salah satunya disebabkan meningkatnya kadar lipid dalam
darah dan obesitas/penumpukan lemak yang berlebihan /kegemukan. Saya mengangkat
tema Diabetes melitus Tipe 2 karena sangat berkaitan erat dengan lemak sebagai
penyebab utama penyakit ini.
Penyakit diabetes mellitus (DM) yang
lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan penyakit kencing manis merupakan
salah satu penyakit yang prevalensinya kian meningkat.
Kini, jumlah penderita diabetes di
Indonesia semakin bertambah. Tidak hanya orang tua, remaja dan dewasa muda pun
ternyata juga diserang penyakit gula. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO)
pada tahun 2003 tercatat hampir 200 juta orang di dunia menderita diabetes dan
diperkirakan pada tahun 2025 jumlah penderita bisa mencapai sekitar 330 juta
jiwa.
Sementara di Indonesia sendiri, berdasarkan data WHO pada tahun 2003 tercatat lebih dari 13 juta penderita diabetes, dari jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 20 juta penderita pada tahun 2030.
Peningkatan prevalensi DM menunjukkan pentingnya upaya pencegahan. DM timbul karena faktor keturunan dan perilaku. Dapat dikatakan bahwa faktor keturunan itu berjalan lambat, sedangkan pandemi DM saat ini merupakan cerminan perubahan gaya hidup.
Sementara di Indonesia sendiri, berdasarkan data WHO pada tahun 2003 tercatat lebih dari 13 juta penderita diabetes, dari jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 20 juta penderita pada tahun 2030.
Peningkatan prevalensi DM menunjukkan pentingnya upaya pencegahan. DM timbul karena faktor keturunan dan perilaku. Dapat dikatakan bahwa faktor keturunan itu berjalan lambat, sedangkan pandemi DM saat ini merupakan cerminan perubahan gaya hidup.
Faktor keturunan merupakan faktor
yang tidak dapat diubah, tetapi faktor lingkungan yang berkaitan dengan gaya
hidup seperti kurang berolahraga dan asupan nutrisi yang berlebihan serta
kegemukan merupakan faktor yang dapat diperbaiki.Tidak diragukan bahwa nutrisi
merupakan faktor yang penting untuk timbulnya DM tipe-2. Gaya hidup yang
kebarat-baratan dan hidup santai serta panjangnya angka harapan hidup merupakan
faktor yang meningkatkan prevalensi DM.
Genetalia Feminim
Wanita rentang terhadap penyakit apabila kurang menjaga kebersihan dirinya sendiri. Di Indonesia pendidikan akan kesehatan reproduksi khususnya organ reproduksi wanita dirasa sangat kurang, karena masih banyak kasus wanita yang meninggal karena terjadi masalah pada organ reproduksi dan menimbulkan bahaya bagi kesehatannya.
Sejarah & Perkembangan Keluarga Berencana
Masalah utama kependudukan di Indonesia adalah jumlah penduduk yang besar dan tidak merata. Hal ini diimbangi dengan masalah lain, yaitu angka fertilitas dan angka mortalitas yang relatif tinggi. Kondisi ini tidak menguntungkan dari segi pembangunan ekonomi. Hal ini dapat dilihat dari kualitas pendidikan penduduk yang masih rendah dan angka ketergantugan yang cukup tinggi sehingga penduduk dianggap lebih sebagai beban dari modal pembangunan. Melihat hal tersebut pemerintah berusaha membuat suatu kebijakan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk mengenai pentingnya suatu keluarga melakukan pengaturan pembatasan jumlah anak.
Manajemen RS
Perkembangan Rumah sakit saat ini mengalami transformasi besar. Pada masa
sekarang rumah sakit sedang berada dalam suasana global dan bersaing dengan pelayanan kesehatan alternatif seperti dukun dan tabib. Pada
keadaan demikian pelayanan rumah sakit sebaiknya dikelola dengan dasar konsep
manajemen yang mempunyai etika. Tanpa konsep manajemen yang jelas, perkembangan
rumah sakit di Indonesia akan berjalan lambat. Hal ini dapat diihat pada
perkembangan aspek keuangan rumah sakit. Infrastruktur keuangan rumah sakit
pemerintah sangat buruk karena belum ada pemahaman bahwa sistem keuangan harus
berdasarkan sistem akuntansi yang benar. Sebagai ilustrasi, pada suatu
pertemuan pembahasan sistem keuagan di rumah sakit pemerintah milik pusat tahun
1995 teridentifikasi bahwa penyusun sistem keuangan rumah sakit ternyata para
dokter yang sehari-hari masih melakukan praktek klinis. Akibatnya, waktu itu
sistem akuntansi rumah sakit pemerintah pusat praktis tidak mengacu pada
kaidah-kaidah akuntansi yang disusun oleh akuntan.
Hukum Transplantasi Organ Pada Manusia
Di era
perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi saat ini begitu banyak masalah yang
telah banyak kita rasakan dampaknya baik dampak yang positif maupun yang negatif.
Perkembangan IPTEK dalam bidang kedokteran dirasa
perkembangannya juga sangat pesat. Salah satu contohnya adalah perkembangan dalam transplantasi organ manusia. Transplantasi
organ merupakan suatu istilah yang
digunakan untuk pergantian organ tubuh pasien yang tidak dapat berfungsi dengan organ orang
lain yang masih berfungsi. Dibalik kesuksesan dalam
perkembangan transplantasi organ muncul berbagai masalah diantaranya adalah semakin
meningkatnya pasien yang membutuhkan transplantasi, terjadinya penolakan organ dalam tubuh pasien setelah dilakukannya
transplantasi, terjadi komplikasi setelah dilakukan transplantasi, dan resiko yang
mungkin timbul akibat transplantasi telah memunculkan berbagai pertanyaan
tentang etika dan kebijakan yang menyangkut penggunaan teknologi transplantasi. Oleh karena itu masalah tersebut perlu kita pelajari bersama.
Sabtu, 14 Januari 2012
Pembenihan Tanaman Obat
Pembenihan sangat lah penting dalam melakukan proses pembudidaya tanaman. Pembudidayaan tanaman ini diharapkan akan menghasilkan tanaman-tanaman unggul yang bermanfaat baik sebagai obat maupun sebagai bahan yang lainnya. Sebelum lebih lanjut membahasnya ada baiknya kita mengetahui apa sih benih atau pembenihan itu?
Rabu, 07 Desember 2011
Sabtu, 03 Desember 2011
EKSTRAKSI MENGGUNAKAN METODE MASERASI
Maserasi
merupakan cara penyarian yang sederhana. Maserasi dilakukan dengan cara
merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari. Cairan penyari akan menembus
dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif
akan larut dan karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif di
dalam sel dengan yang diluar sel, maka larutan yang pekat terdesak keluar.
Peristiwa tersebut berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara
larutan diluar sel dengan larutan di dalam sel.
Maserasi digunakan untuk penyarian simplisia yang mengandung zat aktif yang
mudah larut dalam cairan penyari, tidak mengandung zat yang mudah mengembang
dalam cairan penyari, tidak mengandung benzoin, stirak dan lain-lain.
Kamis, 24 November 2011
EKSTRAKSI MENGGUNAKAN METODE PERKOLASI
Perkolasi adalah proses penyarian simplisia dengan
jalan melewatkan pelarut yang sesuai secara lambat pada simplisia dalam suatu
percolator. Perkolasi bertujuan supaya zat berkhasiat tertarik seluruhnya dan
biasanya dilakukan untuk zat berkhasiat yang tahan ataupun tidak tahan
pemanasan.
Prinsip
perkolasi adalah sebagai berikut: serbuk simplisia ditempatkan dalam suatu
bejana silinder, yang bagian bawahnya diberi sekat berpori. Cairan penyari
dialirkan dari atas ke bawah melalui serbuk tersebut, cairan penyari akan
melarutkan zat aktif sel-sel yang dilalui sampai mencapai keadaan jenuh. Gerak
kebawah disebabkan oleh kekuatan gaya beratnya sendiri dan cairan diatasnya,
dikurangi dengan daya kapiler yang cenderung untuk menahan. Kekuatan yang
berperan pada perkolasi antara lain: gaya berat, kekentalan, daya larut,
tegangan permukaan, difusi, osmosa, adesi, daya kapiler dan daya geseran
(friksi).
Secara umum
proses perkolasi ini dilakukan pada temperatur ruang. Sedangkan parameter
berhentinya penambahan pelarut adalah perkolat sudah tidak mengandung senyawa
aktif lagi. Pengamatan secara fisik pada ekstraksi bahan alam terlihat pada
tetesan perkolat yang sudah tidak berwarna.
Cara
perkolasi lebih baik dibandingkan dengan cara maserasi karena:
a. Aliran cairan penyari menyebabkan adanya pergantian
larutan yang terjadi dengan larutan yang konsentrasinya lebih rendah, sehingga
meningkatkan derajat perbedaan konsentrasi.
b. Ruangan diantara serbuk-serbuk simplisia membentuk
saluran tempat mengalir cairan penyari.karena kecilnya saluran kapiler
tersebut,maka kecepatan pelarut cukup untuk mengurangi lapisan batas,sehingga
dapat meningkatkan perbedaan konsentrasi.
Perkolasi Bertingkat
Dalam
proses perkolasi biasa, perkolat yang dihasilkan tidak dalam kadar yang maksimal.
Selama cairan penyari melakukan penyarian serbuk simplisia, maka terjadi aliran
melalui lapisan serbuk dari atas sampai ke bawah disertai pelarutan zat
aktifnya. Proses poenyaringan tersebut akan menghasilkan perkolat yang pekat
pada tetesan pertama dan terakhir akan diperoleh perkolat yang encer.
Untuk
memperbaiki cara perkolasi tersebut dialkukan cara perkolasi bertingkat. Serbuk
simplisia yang hampir tersari sempurna sebelum dibuang, disari dengan cairan
penyari yang baru. Hal ini diharapkan agar serbuk simplisia tersebut dapat tersari
sempurna. Sebaliknya serbuk simplisia yang baru disari dengan perkolat yang
hampir jenuh, dengan demikian akan diperoleh perkolat akhir yang jernih.
Perkolat dipisahkan dan dipekatkan.
Cara ini cocok bila digunakan untuk perusahaan obat tradisional, termasuk perusahaan yang memproduksi sediaan galenik. Agar dioperoleh cara yang tepat, perlu dilakukan percobaan pendahuluan. Dengan percobaan tersebut dapat ditetapkan :
Cara ini cocok bila digunakan untuk perusahaan obat tradisional, termasuk perusahaan yang memproduksi sediaan galenik. Agar dioperoleh cara yang tepat, perlu dilakukan percobaan pendahuluan. Dengan percobaan tersebut dapat ditetapkan :
1.Jumlah
percolator yang diperlukan
2.Bobot
serbuk simplisia untuk tiap kali perkolasi
3.Jenis
cairan penyari
4.Jumlah
cairan penyari untuk tiap kali perkolasi
5.Besarnya
tetesan dan lain-lain.
Percolator
yang digunakan untuk cara perkolasi ini agak berlainan dengan percolator biasa.
Percolator ini harus dapat diatur, sehingga:
1.Perkolat
dari suatu percolator dapat dialirkan ke percolator lainnya
2.AmpAs
dengan mudah dapat dikeluarkan.
Percolator diatur
dalam suatu deretan dan tiap percolator berlaku sebagai percolator
pertama.
Perkolasi
Daun Kumis Kucing
Alat dan Bahan
Alat :
1.
Tabung perkolator
2.
Corong pisah 250 ml
3.
Batang pengaduk
4.
Gelas ukur 50 ml
5.
Cawan penguapan
6.
Erlenmeyer 250 ml
7.
Gelas kimia 300 ml
8.
Sendok tanduk
Bahan :
1.
Serbuk simplisia
kumis kucing sebanyak 20 gram
2.
Cairan penyari etanol
50% sebanyak 150 ml
3.
Glas wool secukupnya
Cara Kerja
1.
Buatlah cairan
penyari etanol 50% sebanyak 150 ml dari etanol 70% dengan cara menghitung
terlebih volume etanol 70% dan volume aquades yang harus dikonsentrasikan.
C etanol yang
tersedia x V etanol yang dibutuhkan = C alkohol diinginkan x V alkohol
diingikan
70 x V etanol yang dibutuhkan = 50 x 150
V etanol
yang dibutuhkan = 50 x 150
70
V etanol
yang dibutuhkan = 107 ml
V aquades yang
ditambahkan = 150 ml – 107 ml
= 53 ml
Dari hasil perhitungan diatas, yang harus lakukan
untuk membuat etanol 50% sebanyak 50 ml adalah dengan cara mengkonsentrasikan
atau mencapur sebanyak 107 ml etanol 70% dengan aquades sebanyak 53 ml dalam
gelas kimia yang tersedia.
2.
Timbang 20 gram
serbuk simplisia kumis kucing dan masukkan ke dalam gelas kimia.
3.
Serbuk bahan dibasahi
dengan cairan penyari sebanyak 50 ml.
4.
Tutup rapat dan diamkan
selama 1jam.
5.
ditempatkan pada
bejana silinder. Bagian bawah bejana diberi sekat berpori untuk menahan serbuk.
Cairan penyari dialirkan dari atas kebawah melalui serbuk tersebut. Cairan
penyari akan melarutkan zat aktif dalam sel-sel yang dilalui sampai keadaan
jenuh.
Senin, 14 November 2011
EKSTRAKSI MENGGUNAKAN METODE INFUNDASI
Infundasi
adalah proses penyarian yang umumnya untuk menyari kandungan zat aktif yang ada
pada sediaan tanaman yang larut dalam air dan bahan-bahan nabati. Infus adalah hasil
dari proses ekstraksi dengan menggunakan metode infndasi dengan air pada suhu
90oC selama 15 menit. Penyarian dengan cara ini menghasilkan sari
yang tidak stabil dan mudah tercemar oleh kuman dan kapang. Oleh sebab itu,
sari yang diperoleh dengan cara ini tidak boleh disimpan lebih dari 24 jam.
Cara ini
sangat sederhana dan sering digunakan oleh perusahaan obat tradisional. Dengan
beberapa modifikasi, cara ini sering digunakan untuk membuat ekstrak.
Infus dibuat dengan cara :
Infus dibuat dengan cara :
1.
Membasahi bahan bakunya, biasanya dengan air 2 kali
bobot bahan, untuk bunga 4 kali bobot bahan dan untuk karagen 10 kali bobot
bahan.
2.
Bahan baku ditambah dengan air dan dipanaskan selama
15 menit pada suhu 900 – 980C. Umumnya untuk 100 bagian
sari diperlukan 10 bagian bahan. Pada simplisia tertentu tidak diambil 10
bagian bahan. Hal ini di sebabkan karena:
a.
Kandungan simplisia kelarutannya terbatas, misalnya
kulit kina digunakan 6 bagian.
b.
Disesuaikan dengan cara penggunaannya dalam
pengobatan, misalnya daun kumis kucing, sekali minum infuse 100cc karena itu
diambil 1/2 bagian.
c.
Berlendir, misalnya karagen digunakan 11/2 bagian
d.
Daya kerjanya keras, misalnya digitalis digunakan 1/2
bagian.
3.
Untuk memindahkan penyarian kadang-kadang perlu
ditambah bahan kimia misalnya:
a.
Asam sitrat untuk infuse kina
b.
Kalium atau Natrium karbonat untuk infuse kelembak
4.
Penyaringan dilakukan pada saat cairan masih panas,
kecuali bahan yang mengandung bahan yang mudah menguap. Simplisia yang
digunakan untuk pembuatan infuse harus mempunyai derajat kehalusan tertentu.
a.
Derajat kahalusan (2/3), misalnya : Daun kumis kucing,
Daun sirih dan Akar manis.
b.
Derajat kehalusan (3/6), misalnya : Rimpang jeringau
dan Akar kelembak.
c.
Derajat kehalusan (6/8), misalnya : Rimpang lengkuas, Rimpang
temulawak
dan Rimpang jahe.
dan Rimpang jahe.
d.
Derajat kehalusan (8/24), misalnya : Kulit kina.
Jumat, 04 November 2011
Ekstraksi Tanaman Obat
Semester 3 ini di RSA kita diajari cara pengolahan tanaman obat secara ekstraksi. Adapun pengertian dari ekstraksi itu sendiri adalah proses pemisahan zat dari pelarutnya sehingga kita memperoleh suatu zat tertentu yang kita inginkan. Dalam proses ekstraksi tanaman obat ini zat yang ingin kita peroleh yaitu zat aktif dalam tanaman obat yang dapat digunakan sebagai obat untuk suatu penyekit.
Adapun metode yang akan kita gunakan dalam proses ekstraksi ini adalah
1. Infundasi
2. Perkolasi
3. Destilasi
4. Maserasi
5. Sokletasi
Sabtu, 04 Juni 2011
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


